Pendahuluan Seminar Nasional PATPI Cabang Pontianak

Permasalahan dan tantangan untuk mewujudkan ketahanan pangan Indonesia berkelanjutan bersifat multidimensi, mencakup aspek ekonomi, sosial, politik, dan lingkungan. Pertumbuhan pendudukan seharusnya berbanding lurus dengan penurunan jumlah keluarga miskin sehingga pembangunan pertanian dan ketahanan pangan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2018 atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) di Indonesia masih terdapat 81 kabupaten rentan rawan pangan. Daerah rentan rawan pangan ini ditandai dengan tingginya rasio konsumsi normatif terhadap ketersediaan pangan, tingginya balita stunting dan tingginya persentase penduduk miskin.

Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan tingkat rumah tangga. Oleh karena itu, penting bagi suatu rumah tangga untuk dapat mengakses pangan dengan mudah dengan memanfaatkan sumber daya lokal atau aset yang mereka miliki, sehingga pangan dapat tersedia setiap saat untuk kebutuhan keluarga.

Potensi sumber daya alam di Indonesia untuk dimanfaatkan menjadi bahan pangan sangat melimpah terutama bahan pangan lokal. Upaya pemerintah dalam merubah sudut pandang tentang konsumsi pangan dalam kegiatan Pengembangan Pangan Lokal (P3L) yang merupakan gerakan diversifikasi pangan dengan tujuan meningkatkan keragaman pangan sehingga tercapai pola konsumsi yang ideal. Upaya ini merupakan salah satu cara untuk mewujudkan ketersediaan dan konsumsi energi dan protein ideal sehingga terjadi peningkatan nilai pemanfaata pangan yang saat ini menajdi hambatan perwujudan ketahanan pangan nasional. Gerakan diversifikasi pangan semakin efektif apabila didukung oleh ketersediaan aneka ragam bahan pangan lokal melalui sentuhan ilmu dan teknologi pangan serta pengembangan media infoemasi untuk percepatan peningkatan ketrampilan sumberdaya manusia khususnya masyarakat pengguna sebagi bentuk hilirisasi teknologi pangan.

Fokus kita saat ini bukan hanya Feeding the World, tetapi juga bagaimana mencapai sasaran akhir pembangunan ketahanan pangan, yaitu terwujudnya sumber daya manusia yang tangguh, sehat, aktif dan produktif. Produktif dalam hal ini adalah secara mandiri melakukan pemanfaatan sumber-sumber pangan lokal menjadi sebuah inovasi yang dapat dikomersialisasi.

Berkenaan dengan hal tersebut, untuk mengembangkan kompetensi profesi dan pengembangan inovasi bidang pangan, PATPI Cabang Pontianak bermaksud menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Peningkatan Sumber Daya Lokal untuk Akselerasi Ketahanan Pangan Dan Gizi”.

Komentar